Rabu, 21 September 2016

Tugas 1 Pengantar Kecerdasan Tiruan (AI) No 2 Topik 3



HALLO SEMUANYA ..

Setelah tadi saya memposting artikel tentang ringkasan dari sebuah judul skripsi, Kali ini saya akan memposting sebuah artikel yang membahas tentang PEAS dalam konteks Intelligent Agent dan cara kerja 5 jenis agent tersebut.
Di susunnya artikel ini kelanjutan Tugas 1 yang sebelumnya saya posting untuk memenuhi Tugas 1 no 2 dengan Topic No 3 pada mata kuliah Pengantar Kecerdasan Tiruan dengan Pembahasan PEAS dalam konteks Intelligent Agent dan cara kerja 5 jenis agent tersebut.
Langsung saja yuk di baca dan di pahami :D

Pertama Apa itu Agent :
Agent adalah sesuatu yang dapat mengesan (perceiving) lingkungan (environment) nya melalui sensors dan bertindak (acting) terhadap lingkungan tersebut melalui actuators.
Dalam kecerdasan buatan, IA adalah sebuah entitas otonom yang mengamati dan bertindak atas lingkungan (yaitu membutuhkan agen) dan mengarahkan aktivitasnya untuk mencapai tujuan yaitu rasional. (Russel & Norvig 2003) mengartikan Rational Agent yang mengerjakan segala sesuatu hal dengan benar.
Tugas AI adalah untuk merancang sebuah agent yaitu sebuah fungsi yang mengimplementasikan pemetaaan agen dari persepsi terhadap tindakan
Agen manusia:
-          Sensor: mata, telinga, dan organ tubuh lain;
-          Actuator: tangan, kaki, mulut, dan bagian tubuh lain
Agen robotik:
-          Sensor: kamera dan infrared range finders;
-          Actuator: berbagai macam motor

Selanjutnya Apa itu PEAS :
PEAS yaitu Performance, Environment, Actuators, Sensors
Performance : tindakan yang dilakukan
Environment : berhubungan dengan lingkungan
Actuators : alat yang digunakan
Sensors : pancaindera dari alat tersebut
-           Performance Seperti : Aman, cepat, legal, perjalanan menyenangkan, maksimumkan keuntungan
-           Environment Seperti : Jalan, trafik lain, pejalan kaki, pelangan
-           Actuators Seperti : Kemudi, gas, rem, lampu sign, horn       
-         Sensors Seperti : Kamera, sonar, speedometer, GPS, odometer, engine sensors, keyboard

Contoh PEAS : Taksi Otomatis
-        Sebuah agent taksi otomatis yang menerima penumpang dan mengantarkannya ke tujuan :
-      Performance measure: sampai tujuan, tidak melanggar aturan lalu lintas, perjalanan nyaman, hemat bensin •Environment: jalan, lalu lintas, pejalan kaki, pelanggan
-     Actuators: arah stir, gas, rem, klakson, sinyal kiri atau kanan •Sensors: video, speedometer, GPS, keyboard

5 Jenis Agent & Cara Kerja :

-      Simple reflex agents: berdasarkan persepsi yg terakhir
-        Model-based reflex agents: memiliki representasi internal tentang keadaan sekitar
-        Goal-based agents: memiliki informasi tentang tujuan, memilih tindakan yang mencapai tujuan
-     Utility-based agents: melakukan penilaian kuantitatif terhadap suatu keadaan lingkungan  utility function
-        Learning agents: belajar dari pengalaman, meningkatkan kinerja

Simple Reflex Agents

Agen reflex sederhana merupakan agen yang paling sederhana karena hanya menerapkan teknik kondisi-aksi. Jadi, jika terjadi tertentu maka agen akan secara sederhana memberikan aksi tertentu.

Model-Based Reflex Agents


Agen reflex sederhana dapat melakukan tindakanya dengan baik jika lingkungan yang memberikan kesan tidak berubah-ubah. Misalkan untuk kasus agen pengendara taxi, agen tersebut hanya dapat menerima kesan dari mobil dengan model terbaru saja. Jika mobil model lama, agen tersebut tidak bias menerima kesannya sehingga agen tersebut tidak melakukan tindakan pengereman. Agen reflex model ini menjaga keadaan dunianya menggunakan model internal kemudian memilih tindakan seperti agen reflex sederhana.

Model-based, goal-based agent


Suatu agen tertentu harus diberikan informasi tentang tujuan yang merupakan keadaan yang ingin dicapai oleh agen. Dengan demikian, agen akan bekerja hingga mencapai tujuannya. Pencarian dan perencanaan adalah dua deretan pekerjaan yang dilakukan untuk mencapai tujuan agen. Agen refleks berbasis tujuan ini menambahkan informasi tentang tujuan tersebut.


Model-Based Utility-Based Agents


Agen refleks berbasis tujuan tidak membedakan keadaan yang bagus dengan keadaan yang tidak bagus untuk agen. Pada agen refleks berbasis kegunaan ini memikirkan kondisi yang bagus untuk agen sehingga agen dapat melakukan tugasnya jauh lebih baik.

Learning Agent


Learning agents belajar dari pengalaman, meningkatkan kinerja bertanggung jawab untuk membuat perbaikan elemen kinerja bertanggung jawab untuk memilih tindakan eksternal kritikus memberikan umpan balik tentang bagaimana agen bekerja.

Refrensi :
http://aima.cs.berkeley.edu/
http://www.cs.ui.ac.id/WebKuliah/IKI30320/




Tidak ada komentar:

Posting Komentar